Senin, 22 November 2021

VISI GURU PENGGERAK ( KEBUTUHAN PERUBAHAN DI SEKOLAH )

 

A.   PENDAHULUAN

Sekolah adalah tempat atau taman yang nyaman bagi siswa dan dapat dijadikan rumah kedua karena di sinilah siswa dapat belajar, berkreasi sesuai dengan kodrat yang dimilikinya. Sekolah memiliki peran penting bagi siswa untuk dapat berkembang ke depan yang lebih baik. Hal ini dapat terjadi dengan adanya kerja sama yang baik antara pemangku kepentingan yang ada di sekolah. Relasi yang baik antara kepala sekolah, guru, siswa, orang tua dan komite akan mewujudkan budaya positif dalam lingkungan sekolah, dan akan tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

B.   PARADIGMA INKUIRI APRESIATIF

1.    Inkuiri Apresiatif ( IA ) merupakan sebuah pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Sebagai salah satu model manajemen perubahan dan mencoba menerapkannya melalui tahapan Inkuiri Apresiatif dengan akronim BAGJA ( Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur eksekusi ).

2.    Kekuatan dan hal positif Inkuiri Apresiatif sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa anak-anak hidup dan tumbuh sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Pendekatan Inkuiri Apresiatif menggali potensi yang ada pada anak yang dibawa sejak lahir

C.   LANGKAH KONKRET DALAM MENERAPKAN INKUIRI APRESIATIF MODEL BAGJA

1.    Memahami kekuatan positif sekolah yang sudah ada.

2.    Menghadapi kendala yang muncul dan mencari solusi bersama dengan mengadakan rapat bersama.

3.    Bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan melakukan perubahan bersama di lingkungan sekolah

D.   KODRAT ALAM DAN KODRAT ZAMAN

1.    Kodrat alam adalah lingkungan alam tempat peserta didik berada baik dari sisi budaya maupun kondisi alam geografis. Karakter siswa dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dimana siswa berada di lingkungan yang baik maka siswa pun karakternya akan menjadi lebih baik pula, sedangkan jika siswa berada di lingkungan kurang baik maka peran guru harus menuntun siswa ke arah (jalan) yang benar agar siswa menjadi lebih baik..

2.    Kodrat zaman adalah perubahan dari waktu ke waktu sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan Abad 21, dan perkembangan tersebut harus tetap kita saring sesuai nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal budaya Indonesia.

E.    PEMANFAATAN INKUIRI APRESIATIF UNTUK MEWUJUDKAN KODRAT ALAM DAN KODRAT ZAMAN

Paradigma Inkuiri Apresiatif dan pemikiran Ki Hajar Dewantara sangat erat kaitannya dimana keduanya sangat berpengaruh bagi siswa, guru, dan pemangku kepentingan untuk dapat berkolaborasi menumbuhkan nilai-nilai dan budaya positif di sekolah. Stakeholder sekolah yang menciptakan iklim belajar yang harmonis akan mengarahkan siswa menuju potensinya sesuai dengan kodrat yang dimilikinya dan mengikuti kodrat zaman yang semakin hari semakin pesat sehingga siswa dapat menggunakannya dan dapat berkembang dengan baik, dan menghasilkan output yang berkompeten.

NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

 

A.   PENDAHULUAN

Dunia kini sudah semakin tanpa batas, teknologi telah berhasil menghilangkan jarak. Pertukaran budaya baik yang positif maupun negatif kini menjadi sukar terawasi dan tanpa filter.

Filter tersebut diharapkan dapat ditumbuhkan sejak dini dalam setiap diri manusia Indonesia agar budayanya tidak tergerus oleh budaya lain yang lebih agresif melakukan penetrasi. Oleh karena itu, sebagai pendidik, kita dipaksa untuk berpikir kembali mengenai makna dan tujuan pendidikan kita.

B.   NILAI GURU PENGGERAK

Kekuatan saya sebagai calon guru penggerak yang saya ketahui dan saya miliki setelah mempelajari modul ini insya Allah saya akan selalu berkomitmen yang tinggi dalam mewujudkan pembelajaran dengan menjalankan nilai-nilai, di antaranya :

1.    Mandiri : dimana seorang guru harus mampu berdiri sendiri dalam melakukan berbagai kegiatan. Dengan mandiri maka seorang guru akan mampu bertanggungjawab terhadap hal-hal atau keputusan yang telah diambil

2.    Reflektif : Seorang guru akan terbuka dengan segala bentuk perubahan, dimana dia harus mampu menerima hal-hal yang baru. Melalui reflektif ini juga seorang guru akan mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada di sekitar

3.    Kolaboratif : dimana seorang guru akan mampu bekerja sama dengan teman-teman sejawatnya guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Dengan berkolaboratif ini juga seorang guru akan mampu mengetahui apa kekurangan dan kelebihan dalam proses belajar mengajar

4.    Inovatif : Sebuah cara untuk mendapatkan solusi-solusi atau hal-hal baru dan ide-ide kreatif dalam rangka menyelesaikan tugas pembelajarannya

5.    Pembelajaran yang terpusat pada murid. Dalam hal ini seorang guru akan memberikan kesempatan kepada siswa dengan seluas-luasnya untuk mengembangkan kreatifitasnya

C.   PERAN GURU PENGGERAK

Dampak positif bagi murid jika peran sebagai guru penggerak dapat dilaksanakan dengan baik, yaitu :

1.    Murid mendapat pengalaman belajar bermakna yang berpusat pada murid

2.    Murid mengalami merdeka belajar

3.    Murid dapat belajar dengan bahagia dalam lingkungan yang nyaman dan mendukung

4.    Murid dapat mengembangkan bakat dan minatnya

5.    Terbentuk profil pelajar Pancasila pada murid ( beriman, berahlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis dan mandiri )

REFLEKSI FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA KI HADJAR DEWANTARA

 

PENDAHULUAN

Sahabat blogger, setelah penulis mengupas kemasan program Pendidikan Guru Penggerak mulai dari; Selayang Pandang Program Pendidikan Guru Penggerak, Gerbang Menuju Pendidikan Guru Penggerak, dan Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak, maka pada artikel keempat ini penulis akan mengupas isi atau materi Pendidikan Guru Penggerak mulai dari Modul 1.

 

A.   Asas Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran merupakan bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009), “ pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”

B.   Dasar-Dasar Pendidikan

1.    Ki Hadjar menjelaskan bahwa tujuan Pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh karena itu, pendidik itu hanya menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki laku-nya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuh-nya kekuatan kodrat anak”.

2.    Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh petani atau tukang kebun di lahan yang telah disediakan. Anak-anak itu bagaikan bulir-bulir jagung yang ditanam. Bila biji jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan mendapatkan sinar matahari dan pengairan yang baik maka meskipun biji jagung adalah bibit jagung yang kurang baik (kurang berkualitas) dapat tumbuh dengan baik karena perhatian dan perawatan petani. Demikian sebaliknya, meskipun biji jagung itu disemai adalah bibit berkualitas baik namun tumbuh di lahan yang gersang dan tidak mendapatkan pengairan dan cahaya matahari serta ‘tangan dingin’ petani, maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun tidak akan optimal.

3.    Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar

C.   Kodrat Alam dan Kodrat Zaman

Ki Hadjar Dewantara (KHD) menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”.

KHD hendak mengingatkan pendidik bahwa Pendidikan anak sejatinya melihat kodrat diri anak dengan selalu berhubungan dengan kodrat zaman. Bila melihat dari kodrat zaman saat ini, Pendidikan global menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki keterampilan Abad 21 dengan melihat kodrat anak Indonesia sesungguhnya.

KHD mengingatkan juga bahwa pengaruh dari luar tetap harus disaring dengan tetap mengutamakan kearifan lokal budaya Indonesia. Oleh sebab itu, isi dan irama yang dimaksudkan oleh KHD adalah muatan atau konten pengetahuan yang diadopsi, sejatinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. KHD menegaskan juga bahwa didiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntutan alam dan zamannya sendiri.

MUTIARA YANG TERSIMPAN DI DALAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

 

PENDAHULUAN

sahabat blogger pada artikel kali ini penulis akan memaparkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Calon Guru Penggerak ( CGP ) dalam mengikuti Pendidikan Guru Penggerak ( PGP ) selama 9 bulan tersebut, dan sekaligus merupakan jawaban dari pertanyaan yang sering disampaikan oleh guru-guru tentang apa saja dan bagaimana Pendidikan Guru Penggerak tersebut.

 

KEGIATAN PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

Setelah peserta dinyatakan lulus dalam rangkaian tahapan seleksi, maka peserta diwajibkan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan.

Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan.

Adapun materi yang disajikan sebanyak 3 paket yang memuat 3 atau 4 modul, setiap 1 paket dapat ditempuh kurang lebih selama 2 bulan

 

ALUR KEGIATAN PEMBELAJARAN

1.    Mulai dari Diri

Kegiatan ini berupa pertanyaan-pertanyaan reflektif-kritis untuk mengetahui pemahaman diri tentang sebuah konsep/materi. Calon Guru Penggerak pun menuliskan harapan bagi diri sendiri dan murid-murid setelah setelah mempelajari materi, dan ekspektasi mengenai materi dan kegiatan yang akan ditemui dalam modul.

2.    Eksplorasi Konsep

Kegiatan ini berupa pemaparan materi dari instruktur tentang sebuah konsep, dan calon guru penggerak diharapkan mampu mendiskusikan dan mempresentasikannya.

3.    Ruang Kolaborasi

Kegiatan ini sebagai forum diskusi Calon Guru Penggerak dengan fasilitator tentang sebuah analisis kasus serta pemberian solusinya yang berhubungan dengan konsep / materi

4.    Refleksi Terbimbing

Kegiatan ini Calon Guru Penggerak merefleksikan pengetahuan dan pengalaman setelah mempelajari materi / konsep

5.    Demonstrasi Kontekstual

Kegiatan ini Calon Guru Penggerak membuat karya ( video pendek, komik, lagu,puisi,dll ) tentang materi / konsep

6.    Elaborasi Pemahaman

Kegiatan ini berupa diskusi langsung dalam bentuk konferensi untuk memperdalam dan mempertajam sebuah materi / konsep yang disampaikan oleh instruktur atau tokoh Pendidikan yang sudah menerapkan materi / konsep tersebut.

7.    Koneksi Antar Materi

Dalam kegiatan ini Calon Guru Penggerak melihat lagi seluruh materi yang sudah dipelajari, kemudian membuat hubungan antara materi-materi tersebut dan juga keterkaitannya dengan praktik yang konkret bersama dengan murid dan rekan guru di sekolah asal.

8.    Aksi Nyata

Dalam Kegiatan ini Calon Guru Penggerak membuat portofolio dari perubahan konkret di sekolah yang terdiri dari dokumentasi foto / video dan tulisan refleksi

GERBANG MENUJU PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

 A.   MUQODDIMAH

Pendidikan Guru Penggerak merupakan program Pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.

Mengingat banyaknya yang berminat untuk mengikuti Pendidikan guru penggerak maka kemendikbud menyelenggarakan seleksi untuk menuju gerbang Pendidikan guru penggerak tersebut. Hal ini terbukti dengan terjaringnya 19.218 pendaftar, dan yang berhasil diseleksi sebanyak 2.800 calon guru penggerak Angkatan pertama.

 

B.   TAHAP SELEKSI

Untuk mendaftar atau registrasi dalam Pendidikan guru penggerak, terlebih dahulu pendaftar harus memiliki akses pada SIM PKB ( Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Kepropesian dan Berkelanjutan.

Adapun tahapan seleksinya adalah sebagai berikut :

 

1.    Pengisian Curiculum Vitae

Langkah pengisian curiculum vitae dimulai dari pengisian kelengkapan data informasi umum, pengalaman mengikuti pelatihan, organisasi, sukarelawan serta mengembangkan orang lain.

2.    Proses Pengisian Essai & Input Survai

Dalam pengerjaan Essai ini peserta hanya mempunyai durasi waktu selama 2 jam 30 menit. Setelah pendaftar melakukan input semua tugas essai yang ada, maka proses selanjutnya yaitu mengisi survai. Survai ini berisi tentang Persepsi Sosial Guru. Survai ini wajib dikerjakan.

3.    Proses Tes Bakat Skolastik ( TBS )

Setelah menyelesaikan tahap pengisian Essai, maka proses selanjutnya yaitu tahap ketiga proses Tes Bakat Skolastik ( TBS ) waktu pengerjaan 85 menit.

4.    Simulasi Mengajar dan Wawancara

Simulasi mengajar dan wawancara merupakan seleksi tahap 2 dalam program Pendidikan Guru penggerak jika dinyatakan lolos seleksi tahap satu. Simulasi mengajar dilaksanakan dalam durasi waktu selama 8 menit, dilanjutkan dengan wawancara.

 

C.   KEGIATAN PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

Setelah peserta dinyatakan lulus dalam rangkaian tahapan seleksi, maka peserta diwajibkan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan.

Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan.

Selanjutnya penulis akan memaparkan bentuk-bentuk kegiatan Pendidikan Guru Penggerak ( PGP ) pada artikel berikutnya

SELAYANG PANDANG TENTANG PROGRAM GURU PENGGERAK

 

MUQODDIMAH

Sahabat blogger khususnya para guru dan masyarakat mungkin di tengah-tengah kita masih ada yang belum mengenal bahkan mencari informasi tentang apa itu guru penggerak, peranannya seperti apa, tujuannya apa serta sederet pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan program guru penggerak.

Oleh karena itu penulis sekaligus salah seorang peserta Calon Guru Penggerak Angkatan ke-1 kabupaten Garut, akan memaparkan tentang program guru penggerak tersebut sekaligus sebagai jawaban atas pertanyaan yang berkembang di internal guru dan masyarakat tentang program guru penggerak tersebut berdasarkan referensi dari kemendikbud baik berupa media cetak, media elektronik serta jejaring sosial.

Adapun pertanyaan yang sering muncul kepada kami tentang program guru penggerak itu, antara lain ;

 

1.    Apa itu Guru Penggerak ?

Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

 

2.    Apa peran Guru Penggerak ?

Guru penggerak akan berperan dalam  menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah., mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dan Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah

3.    Mengapa guru harus menjadi Guru Penggerak?

Guru penggerak diharapkan menjadi pemimpin- pemimpin pendidikan di masa depan yang mewujudkan generasi unggul Indonesia

 

4.    Apa saja hal yang didapat Ketika mengikuti program guru penggerak ?

Untuk menjadi Guru Penggerak, guru harus mengikuti pendidikan guru penggerak selama 9 bulan. Selama mengikuti proses pendidikan, peserta yang lolos seleksi Program Guru Penggerak akan mendapatkan;

a.    Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan dan pengembangan kompetensi dalam Lokakarya Bersama

  1. Peningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid
  2. Pengalaman belajar mandiri dan kelompok terbimbing, terstuktur, dan menyenangkan
  3. Pengalaman belajar bersama dengan rekan guru lain yang sama-sama lolos seleksi program guru penggerak
  4. Pengalaman mendapatkan bimbingan/ mentoring dari pengajar praktik ( pendamping ) Pendidikan guru penggerak
  5. Mendapatkan komunitas belajar baru
  6. Mendapatkan sertifikat pendidikan 306 JP dan Piagam Guru Penggerak

Selama pelaksanaan Kemdikbud akan memberikan dukungan berupa:

Ø  Selama pendidikan dan pendampingan mendapatkan bantuan paket data untuk pelatihan daring (online)

Ø  Biaya transportasi, konsumsi, dan akomodasi jika diperlukan utk pelaksanaan Lokakarya (sesuai kebutuhan).*

Senin, 15 November 2021

HIKMAH PENGIMBASAN

            Hikmah pengimbasan yang saya rasakan saya menjadi lebih mengerti dan paham akan pentingnya pembiasaan membaca yang berkaitan dengan literasi dan numerasi, karena literasi dan numerasi erat kaitannya dengan kehidupan dan perkembangan siswa.

            Untuk lebih memahami materi kita harus memperagakan dan menuangkan secara langsung dan nyata dalam kehidupan sehari-hari terutama penerapan pembiasaan membaca kepada siswa

            Materi yang ingin lebih didalami adalah tentang penerapan pembiasaan literasi dan numerasi kepada siswa, agar siswa dapat memiliki kesadaran sendiri akan pentingnya literasi dan numerasi